.

Wednesday, July 7, 2010

'Penipuan' atau Trik Marketing?

Tempo hari, kakak ku menjalankan aksi shoppingnya di sejumlah mall yang ada di Makassar. Saya terheran-heran ketika kakakku menebar rasa gembiranya ketika pulang dari sana. Ternyata kakakku mendapat 'hadiah' dari sebuah perusahaan barang elektronik (entah nama perusahaannya apa). Tapi anehnya, hadiah yang didapatnya memiliki syarat tertentu. Pertama harus menyediakan uang muka minimal Rp.100.000 dan kedua harus membayar sejumlah uang. Kakakku telah memenuhi syarat pertamanya tetapi tidak dapat memenuhi syarat yang keduanya. Oleh karena itu hadiahnya juga tidak dapat diambil. Nah loh, apa maksudnya?

Hal serupa terjadi di mall yang berbeda ketika sekitar 4 bulan kemudian kakakku berencana untuk membeli sebuah 'peralatan wanita; di mall tersebut. Keduanya sama persis yaitu meminta uang muka sebesar Rp. 100.000 dan harus membayar sejumlah uang.


Ternyata begini alurnya. Orang/karyawan di perusahaan tersebut menawarkan sebuah hadiah yang dikatakannya 'gratis' orang orang-orang yang lewat di mall tersebut. Sebelum menawarkan hadiah tersebut, ada beberapa pertanyaan introgasi yang dirangkaikan dengan basa basi yaitu menanyakan nama, alamat, status (lajang/menikah), pekerjaan, dan hal-hal yang tidak umum seperti disini hanya kost atau tinggal bersama orang tua, apa pekerjaan orang tua dsb, Setelah itu, katakanlah si pelaku mengambil satu blok kartu (dari dua blok kartu yang tersedia di meja) dan menaburkannya di atas meja. Katakanlah si Korban disuruh untuk mengambil salah satu kartu tersebut. Dan siapa sangka kalau si korban mendapat Golden Card (Kartu VIP). Si Pelaku dengan ekspresi kaget lalu memberi tahu si korban kalau kartu VIP tersebut hanya terdapat di Surabaya, bukan di Makassar. Si Pelaku kemudian menelfon seseorang (katakanlah pimpinannya) dan pimpinannya berkata kepada si Korban bahwa apakah korban tidak bekerjasama atau bermain uang dengan karyawan? dan menyakinkan bahwa hadiahnya memang benar seharusnya berada di Surabaya, bukan di Makassar.

Kemudian, pelaku memberitahukan kepada korban kalau korban mendapatkan sebuah AC Duduk, satu set peralatan panci dan kompor gas mata satu. Semua seharga 13 Juta rupiah, tetapi korban hanya diberi diskon (dengan asumsi memiliki kartu VIP) dan hanya membayar sekitar 3 Juta. Uang muka minimal sebesar 100.000 dan sisanya dibayar 2 hari kemudian.

Anehnya, hal tersebut terjadi bagi orang-orang yang memiliki biodata dengan tingkat kualitas tinggi. Setelah kakak ku meneliti, ternyata orang-orang dengan data yang mapan, misalnya ayahnya bekerja sebagai Polisi/Pengusaha/Wiraswasta, ibunya bekerja sebagai Pegawai Negeri/Pekerjaan lain yang memiliki upah yang tinggi pasti akan mendapatkan Golden Tiket (VIP). Hal ini serupa dengan teman ku yang memiliki biodata dengan tingkat kualitas tinggi (Ayah dan Ibunya pegawai negeri). Orang-orang yang dianggap memiliki biodata tingkat kualitas rendah sangat dipastikan tidak akan mendapatkan Golden Tiker (Kartu VIP) karena mereka diberikan tumpukan blok kartu yang berbeda (Dipastikan dua tumpukan blok kartu tersebut sudah diatur sedemikian rupa, misalnya disebelah kanan semua kartu VIP dan disebelah kiri tidak ada sama sekali Kartu VIP).

Penelitian kakak ku berlanjut ketika si Pelaku menelfon pimpinannya. Ada seseorang laki-laki yang terlihat mendadak kabur ketika si Pelaku menelfon Pimpinannya. Disini kecurigaan muncul kembali, jangan-jangan lelaki tersebut menyamar sebagai pimpinan. Oleh karena itu kakakku memperhatikan baik-baik suara dan logat bicara lelaki tersebut. Ketika kakak ku selesai menerima telepon, lelaki tersebut mendadak muncul kembali dan menyapa si Pelaku. Ternyata suara dan logat nya sama dengan di telfon tadi :)

Beberapa kecurigaan diatas mungkin bisa saja menjadi tolak ukur penipuan atas menangnya sebuah hadiah yang dikatakan 'gratis'. Tapi tidak semestinya Pelaku membohongi si korban dengan cara yang menurut saya cukup 'licik'. Saya rasa trik marketing juga tidak mengajari cara berbohong yang lihai melainkan cara meyakinkan kalau produk yang ditawarkan sangatlah bagus dan murah. Bukan begitu?

Share:

Tuesday, July 6, 2010

Program Ramalan Kepribadian Berdasarkan Zodiak Mesir

Lama rasanya mengupdate blog gara-gara kesibukan kuliah. Untung libur semesternya minggu lalu sehingga mulai hari ini sepertinya blog ini akan dipenuhi dengan berbagai artikel.

Minggu pertama saya menghabiskan waktu untuk membuat semacam program sederhana menggunakan bahasa pemrograman Delphi 7. Walaupun saya baru bergelut di 'dunia' Delphi beberapa bulan yang lalu dikarenakan mata kuliah yang menuntut pemahanan Delphi, saya tetap optimis dapat membuat aplikasi yang mungkin 'sedikit' berguna bagi orang lain.

Berawal dari ketidaksengajaan masuk ke sub kategori sebuah forum 'Tips dan Trik', saya menemukan artikel yang cukup menarik yaitu Ramalan Kepribadian Berdasarkan Zodiak Mesir yang bersumber dari http://fenz-capri.blogspot.com/2010/05/ramalan-kepribadian-menurut-zodiak.html. Saya sedikit bingung dengan jangkauan tanggal lahir dimana dapat menentukan kita masuk ke zodiak mesir yang mana. Ini mirip dengan ramalan zodiak pada umumnya tetapi memiliki range tanggal lahir yang sedikit berbeda. Dari sinilah terlintas niat untuk memudahkan orang dalam menentukan zodiak mana ia bernaung. Ukuran programnya tidak sampai 1 MB. Sebenarnya ukuran tersebut cukup besar untuk pemrograman standar. Hanya saja, karena ada gambarnya sehingga ukurannya mencapai 1 Mb. Tak apalah, lagian ukurannya tidak sabesar 1/4 ukuran lagu Mp3. Hehehe..

Teman-teman download yah programnya, Tolong berikan review apa-apa saja bug yang terdapat di programnya supaya saya bisa membenahi diri dan merubah programnya menjadi lebih baik lagi. Oh ya, bagi teman-teman yang anti sama Virus, program ini sudah dicoba dan di test menggunakan antivirus yang handal. Jadi jangan khawatir. OK!

Download Program Ramalan Kepribadian Berdasarkan Zodiak Mesir
Share:

Thursday, May 27, 2010

Cara Mendaftar di PeopleString

PeopleString (http://peoplestring.com/?u=arief_spekta) merupakan layanan jejaring sosial seperti halnya Facebook. Jejaring sosial yang berkembang sangat pesat ini ternyata membagikan 70% pendapatan iklan mereka yang ditafsir mencapai 600 juta dollar setahun kepada para membernya. Oleh karena itu selain kita bisa terhubung dengan teman-teman dunia maya, kita juga dapat menghasilkan uang sendiri dalam bentuk dollar (US$) dan dapat dicairkan melalui ATM Lokal di Indonesia. Tetapi ada satu hal yang masih belum dipahami yaitu cara pendaftaran di PeopleString ini.

Ingat, pendaftaran sifatnya GRATIS. Oleh karena itu tidak ada salahnya untuk mendaftar di jejaring sosial ini. Sambil berteman, sambil meraup dollar :)

1. Masuk ke alamat PeopleString, dapat melalu refeal saya (sangat disarankan) di : http://peoplestring.com/?=arief_spekta setelah itu klik SignUp Now


2. Ketik Username yang ingin anda pakai. Contohnya : bachtiar77

Lalu klik Check Availability

3. Klik SignUp



4. Isi sesuai dengan contoh dibawah,dengan data - data pribadi anda
harus valid karena kalau tidak peoplestring tidak akan membayar anda



5.Silahkan cek email anda,dalam contoh disini saya mengunakan email & username seperti dibawah ini :



6. Klik email masuk seperti dibawah ini :



7.Kemudian klik link konfirmasi yang didalam kotak dibawah ini :



8.Konfirmasi selesai,silahkan login dengan username & password yang anda buat


Share:

Sunday, April 18, 2010

'Pengemis' di Mall?

Akhir-akhir ini, sudah banyak pengemis yang meminta-minta di jalanan yang selalu dapat merenggut rasa iba. Oleh karena itu tak kurang juga orang yang merasa kasihan untuk memberikannya sedikit sedekah kepada mereka. Walau pemerintah telah melarang memberikan sedekah ke pengemis di jalan (kecuali di tempat ibadah), sebagai umat manusia yang mempunyai jiwa manusiawi tentu tidak akan tega. Apalagi yang mengemis anak di bawah umur atau orang di usia lanjut.

Lalu bagaimana dengan 'mengemis' di Mall? 'Pengemis' dalam tanda kutip bukan hanya seperti yang sekarang kita lihat. Bukan cuma yang berpakaian compang camping dan wajah, rambut, serta kulit yang tidak terurus, ada juga pengemis yang sangat berpakaian pantas dan terlihat seperti orang biasa. Itulah yang disebut sebagai 'Pengemis' Mall.

'Pengemis' Mall sekarang sudah merajalela. Bukan cuma di Mall, tapi di tempat keramaian juga kadang ditemui pengemis dengan spesies ini. 'Pengemis' ini mempunyai teknik mengemis yang sangat jitu. Bagi orang Awam mungkin akan terkecoh, tetapi tidak bagi orang yang telah terbiasa dengan teknik yang digunakan.

Saya dan Kakak saya telah menjadi korban dari si 'Pengemis' Mall. Ini terjadi di kota saya tepat di Mall yang cukup trend di Makassar. Berikut adalah teknik mengemis ala 'Pengemis' Mall :
Pengemis : Mbak, Mbak..!
Korban : Iya?
Pengemis : Bisa bantu saya nggak?
Korban : Iya, Ada apa?
Pengemis : Saya ditinggalkan oleh teman saya disini (Mall). Lalu saya tidak punya uang untuk pulang ke rumah.
Korban : Rumah anda dimana?
Pengemis : Rumah saja jauh, di Takalar. Kalo bisa saya minta uang transport saja untuk pulang ke rumah.
Korban : Berapa yang Anda butuhkan?
Pengemis : Rp. 10.000 saja sudah cukup
Korban : Bukannya kalau ketakalar hanya menghabiskan Rp. 9.000 dari sini?
Pengemis : Saya sebenarnya tidak mau mengemis seperti ini. Tapi apa boleh buat, sekarang saya tidak bisa pulang karena tidak punya uang transportasi.
Korban : (Dengan rasa iba memberi uang Rp. 10.000) Ini, silahkan ambil, tolong digunakan sebaik-baiknya
Pengemis : Terima kasih banyak. Tapi sepertinya uangnya kurang. Karena rumah saya sangat jauh, bisakah anda memberikan saya uang lagi untuk beli minuman? (Dengan mata yang berkaca-kaca dan muka yang sangat murung)
Korban : (Kembali iba) Ini saya tambah Rp. 10.000 lagi. Semoga bisa selamat sampai di tujuan.

Itulah penggalan kalimat yang diucapkan oleh si 'Pengemis' Mall terhadap Kakakku di Mall yang cukup terkenal di Makassar. Pertama kakak saya memberi uang kepada si 'Pengemis' di Mall, kemudian keesokan harinya, kakak saya kembali jalan-jalan di Mall yang berbeda. Dan ternyata kakakku bertemu lagi dengan 'Pengemis' yang sama. Ini membuktikan bahwa 'Pengemis' itu adalah penipu. Mereka menggunakan jurus andalannya untuk mencari titik kelemahan manusia yaitu rasa kasihan. Oleh karena itu, ketika anda mendapat hal yang serupa, jangan mudah percaya. Perhatikan seksama setiap katanya. Biasanya telah tersusun rapi. Perhatikan baik-baik mimik mukanya dan kalau perlu bawa dia ke pos polisi untuk ditindaklanjuti sebagai orang hilang atau mengantarnya pulang sampai ke rumah. Jika dia tidak mau dan terang-terangan menolak lalu pergi, maka sangat bisa dipastikan kalau dia adalah 'Pengemis' Mall dengan teknik penipuan yang jitu.

Dijaman sekarang, untuk mencari uang sangatlah susah, bahkan menjual ke-pede-an meminta secara langsung dan menunjukkan jurus-jurusnya. Sebagai seorang manusia, tentu rasa iba tidak dapat dipungkiri. Tapi tetap berfikir kedepan kalau saya memberikan uang kepada 'pengemis' ini, maka saya mengajak si 'pengemis' ini untuk bermalas-malasan mencari uang dengan jalan yang halal dan lebih di ridhoi oleh Allah SWT.
Share:

Friday, April 9, 2010

Tragedi Hilangnya Sendal Jepit di Mesjid

Masjid merupakan tempat ibadah khusus untuk umat yang beragama Islam. Sekalipun begitu, tak banyak dia diantara kita yang mengalami peristiwa-peristiwa tragis, salah satunya yaitu kehilangan sendal. Sendal merupakan 'barang penting' yang sangat diincar bagi si pencurinya. Entah karena sendal si pencuri yang putus jadi mereka mengambil sendal orang lain, atau hanya melihat sendal kita yang wah..


Sambil duduk nge-browsing, tiba-tiba saya dibawa ke situs yang dimana dibahas tentang tragedi hilangnya sendal di Mesjid. Saya sempat tertawa kecut ketika hal itu dibahas, karena saya pernah mengalaminya. Sekitar 5 tahun silam, ketika saya selesai melakukan ibadah shalat tarawih, saya kehilangan sendal. Hilanngnya sendal saya di Mesjid membuat saya sangat shok. Apalagi jarak dari mesjid ke rumah sangatlah jauh. Karena waktu itu masih kecil dan agak 'nakal', dengan perasaan menyesal, saya akhirnya memakai sendal orang lain untuk dipakai pulang ke rumah.

Perasaan saya tidak karuan karena saya melakukan tindakan yang dibenci Allah, yaitu mencuri. Oleh karena itu, keesokan harinya, sendal yang saya curi saya bungkus dengan kantong plastik dan berniat mengembalikannya di tempat semula. Ketika saya meletakkan sendal tersebut di tempat asalnya, saya terhentak kaget karena saya melihat sendal saya tertata rapi di dekat tempat saya menaruh sendal curian tersebut. Saya kemudian berfikir bahwa ketika kita menyesali sebuah tindakan yang buruk kemudian berusaha membaikkan keadaan, maka keadialan itu pasti akan ada. Pada akhirnya sendal saya telah kembali :)

Bagi teman-teman yang sering kehilangan sendal di mesjid, berikut salah satu tips nya :
Kalau ke Mesjid, biasakan letakkan sendal/alas kaki anda secara terpisah, jadi tidak berpasangan (misalnya yang kanan dan kiri ditaruh terpisah dengan jarak sekitar 5 meter, atau sembunyikan salah satunya), Insya Allah tidak akan tertukar, ataupun diambil oleh tangan-tangan jahil (karena meskipun bagus tapi kalau tidak sepasang tidak ada nilai jualnya)


Ada yang punya tips yang lain?
Share:

Navigasi Blog

Buka Semua | Tutup Semua

Recent Posts

Definition List

buah artikel telah ditulis
buah komentar masuk

pengunjung online.