.

Sunday, February 24, 2013

Ngobrolin Android Bersama Komunitas Blogger Angingmammiri dan Android Makassar



Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa di Makassar ada sebuah komunitas blogger, komunitas yang terkeren yang pernah saya ikuti, Komunitas Blogger Angingmammiri. Setiap bulan di minggu ketiga, komunitas ini ngadain acara Tudang Sipulung yang merupakan pertemuan sesama blogger makassar untuk sharing pendapat mengenai topik yang lagi ngetrend. Topik yang dipilih juga unik-unik, itulah mengapa komunitas ini bener2 beda dengan komunitas yang lain. Setiap bulan, Angingmammiri mampu mendatangkan pembicara yang bener2 bergelut dengan topik yang diangkat. Untuk bulan ini, Angingmammiri ngangkat tema "Ngobrol Soal Android" yang menghadirkan komunitas Android Makassar sebagai pembicara.

Saya kembali mengajak sahabat saya, Zhaly dan Gunawan untuk beramai-ramai menghadiri tudang sipulung ini. Tapi sayang, karena Zhaly kecapean habis dari ngurus persiapan sidang skripsinya, jadi hanya Gun yang bisa saya ajak. Saya dan Gun berangkat ke Cafe Baca tepat tanggal 22 Februari 2013 sekitar pukul 20.00. Ternyata disana saya bertemu dengan beberapa junior saya di Teknik Informatika, Arhii, Alifka, dan Ukie yang memang mereka memiliki skill di bidang oprek Android. Kerena sesi perkenalan wajib menyebukan kita berasal dari komunitas mana, maka kami berlima menobatkan diri berasal dari komunitas Android UIN Alauddin Makassar yang memang komunitas ini terbentuk di UIN semenjak beberapa bulan yang lalu.

Share:

Friday, February 1, 2013

KKN di Desa Bajiminasa (2)

Masih berbicara tentang KKN (Kuliah Kerja Nyata)...

Postingan ini merupakan lanjutan cerita dari postingan saya sebelumnya, jadi baca dulu yang itu dulu ya, sebelum melangkah ke postingan ini :D Wow, tak disangka sudah beberapa bulan ini saya nggak ngupdate blog. Bener2 kesibukan yang sangat panjang, terkhusus kesibukan untuk mendapat gelar kesarjanaan (ehm.. :D).

Oke, postingan saya yang dulu sudah sampai dimana ya? :D Oh ya, postingan saya yang lalu membahas apa itu KKN dan bagaimana sifat dari teman2 seposkoku. Kini saya akan banyak bercerita tentang 'liburan' saya di desa Bajiminasa, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng. Sekali lagi, KKN bukanlah hal yang membosankan. Mungkin pada awalnya banyak diantara kita yang tidak semangat, karena membayangkan bahwa kehidupan di kota lebih 'enak' dibandingkann dengan kehidupan di desa. Misalnya, kalau mau nyuci baju di kota tinggal pencet sana pencet sini, nah di desa, musti sikat sana sikat sini. Tentu hal ini sangat menyebalkan bagi sebagian orang yang telah terbiasa dengan kehidupan mewah.

But, entah mengapa, banyak pula diantara kita yang malah enjoy dengan kehidupan yang seperti itu. Kehidupan yang berbeda justru lebih menyenangkan. Mungkin karena dukungan dari atmosfir desa juga. Selain itu, pemandangan di desa jarang dijumpai, terkhusus bagi orang-orang yang terbiasa di kota. Oh ya, di kabupaten Bantaeng sendiri, banyak tempat wisata yang dapat meninggalkan pengalaman yang luar biasa. Tapi sayang sekali, saya sendiri tak bisa menikmati sepenuhnya, mengingat tanggung jawab saya sebagai sekordes sangatlah padat. Apalagi jadwal ngajar, jadwal nemanin pak kordes untuk keliling desa, plus tidak adanya kendaraan pribadi XD
Share:

Saturday, August 18, 2012

KKN di Desa Bajiminasa (1)



Hi Folks, sudah lama saya tidak menulis di blogku tercinta ini. Kesibukan kampus yang kian menghiasi hari2 ku membuat saya sempat lupa untuk menulis “sesuatu” di blog ini. Akhirnya fase transisi telah masuk, karena saya telah menjalani seminar proposal skripsi dan akhirnya saya menyempatkan diri untuk menulis kembali. Ada salah satu event yang seharusnya terdapat pada blog ini. Event yang tak pernah dilupakan sepanjang kita menjadi seorang mahasiswa strata satu. Yaitu KKN (Kuliah Kerja Nyata).

Sebelumnya, saya telah menulis salah satu event yang lainnya, yaitu PPL (Praktek Pengalaman Lapangan). Dimana, PPL merupakan praktek langsung mahasiswa pada instansi-instansi, perusahaaan, dsb. yang sesuai dengan jurusan yang kita anut. PPL dilaksanakan kurang lebih dua bulan, bisa dilakukan sendiri ataupun berkelompok tetapi mahasiswanya tetap satu jurusan yang sama. Layaknya seperti pekerja kantoran, kita ‘bekerja’ pada saat jam kerja saja. Membantu para karyawan dalam menyelesaikan tugasnya, membantu para teknisi untuk memperbaiki peralatan komputer, dsb. KKN berbeda, walaupun sama-sama dilaksanakan dalam waktu kurang lebih dua bulanan. Dilaksanakan berkelompok dan setiap orang dalam satu kelompok berbeda-beda jurusan. KKN membuat kita menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh dikampus ke desa yang ditunjuk. Selain itu, kita juga berlatih untuk bersosialisasi di lingkungan masyarakat dengan cara mengadakan event, berkunjung dari rumah ke rumah, mengajar di sekolah2, dsb. Oh ya, kita juga bermalam di rumah pak desa (atau rumah yang ditunjuk) yang biasa disebut dengan Posko, selama menjalani kegiatan KKN. Jadi kedekatan antar mahasiswa dalam satu posko sangat terasa. Bahkan banyak diantara kita menganggap teman2 KKN kita adalah saudara.

Well, mungkin itulah sekilas perbedaan antara PPL dan KKN. Dan berikut adalah kisah perjalanan KKN ku di Desa Bajiminasa, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng.. That’s long story.. semoga ga ngantuk bacanya :D Setelah mendaftar untuk mengikuti KKN, kami diberi pembekalan sebelum terjun langsung ke desa. Pembekalan di lakukan selama tiga hari. Saya, Zhaly, Gun, Khiq, dan arul di jurusan yang sama (Teknik Informatika) ditempatkan di satu kecamatan yang sama, yaitu kecamatan Gantarangkeke. Kami berlima di pencar di tiga desa dan dua kelurahan. Saya di Desa Bajiminasa, Zhaly di Desa Tombolo, Gun di Kelurahan Tanahloe, Khiq di Desa Layoa, dan Arul (sebagai Korcam aka Koordinator Camat) di Kelurahan Gantarangkeke. Hanya satu desa yang tak terdapat mahasiswa Teknik Informatika, yaitu Desa Kaloling :)

Oke, saya akhirnya ditunjuk menjadi Sekretaris Kordes. Mungkin karena TI aka Teknik Informatika identik dengan kelihaiannya membuat surat2 :D atau mungkin nggak ada yang minat dengan jabatan ini. Its fine, saya cukup enjoy dengan jabatan ini. Walau akan berakhir dengan kesibukan menyusun laporan, membuat surat2, dan hal-hal yang berbubungan dengan kertas dan komputer :D. Di Posko Bajiminasa, Saya dipertemukan dengan mahasiswa-mahasiswi yang hebat. Kordes (Muhammad Ibrahim) dari Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Bendahara (Khalidah Oppier aka Idha) dari jurusan Peradilan Agama, Reski Utami Rachmat aka Thamy dari jurusan Kesehatan Masyarakat, Nur Inayah aka Nayah dan Sunarti Basir aka Narty masing2 dari jurusan yang sama yaitu jurusan Pendidikan Matematika, Zulyah aka Zul dari jurusan Jurnalistik, dan Fajrin H. Abidin aka Fajrin dari jurusan Pendidikan Agama Islam. 



 
Kami berdelapan memiliki interest dan mindset yang beraneka ragam, sehingga sangat menyenangkan ketika kami berkumpul untuk melakukan kegiatan tertentu, terutama ketika rapat. Konflik dan berbeda pendapat membuat pikiran kita semakin terbuka yang membuat kegiatan yang akan direncanakan bisa berjalan dengan jelas dan mantap.

Desa Bajiminasa ini merupakan desa yang sejuk, nyaman, asri, dan masyarakatnya sangat ramah. Menurut saya, Its one on the best villages. Saya lahir dan dibesarkan di kota karena kedua orangtua saya juga lahir di kota, sehingga tak punya kampung halaman. Ketika saya menginjakkan kaki di desa Bajiminasa, serasa berada di kampung halaman sendiri. Bagaimana tidak, masyarakat dan penduduknya sangatlah ramah, melebihi keramahan keluarga besar saya di kota.

Siapakah Mereka?
Kordes (Muhammad Ibrahim) Kordes adalah mahasiswa yang aktif bersosialisasi ke masyarakat sehingga dapat dijuluki orang pertama yang paling dekat dengan masyarakat. Bagaimana tidak, SKSD nya membuat masyarakat have fun dengannya. Jago ‘menembus-kan’ proposal kegiatan, sehingga kami tidak kekurangan biaya untuk melaksanakan suatu kegiatan.

Fajrin H. Abidin (Fajrin) Sang udztad kita di Baiminasa. Fajrin sangat membantu kami untuk membimbing adik2 membaca Quran dengan tajwid dan tilawah serta membimbing ibu2 untuk bershalawat badar dan asma’ul husna. Disamping itu, tenaganya yang kuat dapat membantu kami untuk memanen ubi kayu, memetik coklat, langsat, rambutan, dsb.

Zulyah (Zul) Karena Zul seorang jurnalis, dia tak lepas dari kamera professionalnya. Seseorang yang saya kenal yang sangat keren dalam bercakap dan mengambil foto di kameranya. Zul adalah Orang yang tegas dan punya pendirian yang kuat. Dia juga adalah orang yang peduli dengan sesama. Zul atau akrab disapa Hayluz ini sangat lihai dalam hal letter-meletter, memberikan ide kreatif pada setiap event, serta pandai menempatkan dirinya, sehingga dia orang yang mudah bergaul dengan siapa saja, anak2 ataupun orang tua.

Reski Utami Rachmat (Thamy) Dimana ada canda tawa, disitulah ada Thamy. Tanpa Thamy, posko serasa sepi. Dia memberikan kehidupan yang seru di posko. Orangnya serius tapi santai. Punya pengalaman organisasi yang mantap sehingga memberikan gambaran, bagaimana langkah yang harus dilakukan selanjutnya. Thamy adalah tipe pendengar yang baik, sangat cocok menjadi teman curhat :)

Nur Inayah (Nayah) Cukup pendiam tapi tegas. Ketika orang lain melakukan kesalahan, Nayah langsung menegur orang tersebut. Cukup berani dalam bertindak seperti itu (tidak seperti saya :D). Disamping itu, nayah adalah orang yang sangat pandai masak. Masakan buatannya sangat enak, mengingatkanku akan masakan ibuku. Rasa kerinduanku pun dapat terobati dengan menikmati hidangannya. Nayah juga termasuk orang yang sangat peduli.

Sunarti Basir (Narty) Narty adalah orang yang sangat tegas. Seperti slogan, Membasmi yang jahat, membela yang benar. Narty adalah orang yang sangat siap siaga ketika kita meminta bantuan. Memiliki argument yang mantap dan sangat pandai menasehati. Narty juga selalu memberikan nasehat untuk langkah2 apa yang harus dilakukan sebelum memulai suatu kegiatan. Disamping itu, narty juga sangat baik dalam menjalankan amanah yang diberikan kepadanya.

Khalidah Oppier (Idha) Idha biasa disebut Icon Smile di posko. Senyumnya yang manis, membuat hati kita terasa damai :). Idha adalah orang yang sangat rajin. Paling cepat bangun tidur diantara cewek2 yang lainnya. Idha adalah bunda kita di posko. Rajin membersihkan rumah dan halaman serta rajin nyuci dan masak. Idha juga orang yang religious, pandai mengajari adik2 mengeja huruf hijaiyah sehinggga membuat adik2 pandai ngaji.

Me? Silahkan nilai diriku yah.. :D

Bersambung…

Share:

Sunday, March 4, 2012

Aku dan Sotoji

Seperti hari biasanya, saya sibuk menjalani runititas fesbukan. Tiba-tiba terlihat iklan di sisi kanan facebook yaitu lomba blog Sotoji. Sotoji kepanjangan dari Soto Jamur Instan itu merupakan soto instan yang telah dilengkapi dengan jamur tiram sehingga kandungan serat dan protein nabatinya sangat tinggi. Sotoji ini sangat cocok di santap dengan nasi.

Lomba blog ini merupakan hasil dari kerjasama antara Sotoji dengan Komunitas Blogger Depok 'deBlogger' yang terbuka bagi para blogger di Indonesia dengan platform blog apapun. Karena penasaran dengan rasa Sotoji, akhirnya saya mencoba mendaftar agar dapat menerima sampel Sotoji secara cuma-cuma :D.


Sampel Sotoji

Karena sampel dari sotoji ada tiga bungkus, maka saya memberikannya masing-masing satu bungkus kepada teman, ibu, dan tentunya untuk saya pribadi. Untuk tahap awal, saya menyuruh teman saya (yang penggemar soto) untuk mencobanya dan menyusul ibu saya (yang ahli dalam masak memasak). Karena mendengar tanggapan yang positif dari mereka, maka sayapun mencobanya dan beginilah tanggapan mereka (dan tentunya tanggapku juga) :)


Share:

Monday, January 23, 2012

Review : Mandriva Desktop 2011

Waduh, ternyata postingan masih status draft yah. Wah, niatnya dulu saya mau review Mandriva Desktop 2011. Tapi karena sekarang udah 2012 dan mungkin saja Mandriva kembali akan rilis di tahun ini, jadi saya cepat-cepat posting ini sebelum benar2 expired alias kadaluarsa. Hehehe..

Alhamdulillah, akhirnya sekian lama menunggu, Mandriva, distributor linux terbesar di eropa kembal merilis versi terbarunya, Mandriva Desktop 2011. Rilis terbaru ini menjadi catatan bersejarah untuk distro2 linux yang lainnya. Tanya kenapa? karena banyak fitur-fitur menarik yang ditawarkan di edisi terbaru ini. Mungkin fitur ini bisa menjadi acuan untuk distro2 lainnya untuk mengembangkan disto lainnya tersebut menjadi memukau, seperti distro bintang berekor ini.

Relase Note Mandriva Desktop 2011
- Linux kernel 2.6.38.7;
- X.Org Server 1.10.3;
- Hybrid ISO image;
- RPM 5;
- KDE SC 4.6.5;
- Artwork baru;
- Menu kickoff baru (SimpleWelcome);
- Peningkatan pada Mandriva installer;
- TimeFrame add-on untuk Nepomuk;
- Ditambahkan: RocketBar;
- Ditambahkan: StackFolder;
- Ditambahkan: Mandriva Sphere;
- Ditambahkan: MandrivaSync;
- Baru: Mandriva Package Manager;
- LibreOffice 3.4.2;
- Mozilla Firefox 5.0.1;
- Mozilla Thunderbird 5.0;
- Clementine audio player;
- PiTiVi video editor;
- Shotwell photo management;
- Applet-aplet untuk NetworkManager dan Knetworkmanager;
- Ditambahkan: VirtualBox guest additions;
- Dukungan untuk kartu jaringan Intel dan Atheros;
- Dukungan lebih baik untuk Epson, HP and Lexmark printers;
- Dukungan lebih baik untuk USB 3G drives.

Berikut review saya mengenai Mandriva Desktop 2011.

Mandriva Free/One kini bernama Mandriva Desktop
Mandriva Free merupakan mandriva yang didalamnya telah tersedia paket2 yang cukup lengkap, termasuk tersedianya tiga desktop environment ternama, KDE, GNome dan LXDE. Ukurannya sekitar 4Gb sehingga muat dalam 1 DVD. Sedangkan Mandriva One merupakan mandriva versi Live CD, hanya tersedia satu dekstop environment di dalamnya. Untuk versi One ini berukuran 700Mb yang muat dalam 1 CD.
Lalu untuk versi terbaru ini, sebutan Free ataupun One kini tidak terdengar lagi. Kini mandriva bernama Mandriva Desktop yang dimana merupakan gabungan dari Mandriva Free dan One. Dengan demikian, Mandriva Desktop dapat dibuat bootable USB, Live CD, dan dapat di install langsung di perangkat komputer ataupun USB Flashdisk kita sehingga Mandriva Desktop 2011 dapat disebut dengan teknologi Hybrid-ISO. Tapi sayang, karena hanya tersedia untuk KDE sebagai desktop environmentnya sehingga ukuran filenya hanya sekitar 1.6Gb

Mandriva kini lebih mudah untuk Live USB
Semenjak Mandriva 2009.0 sampai Mandriva 2010.2, sangat sulit membuat Live USB yaitu membuat USB Drive/Flashdisk yang bisa menjadi pengganti CD/DVD untuk menginstall linux. Unetbotin sebagai software pembuat live USB pun tak mampu membuat Live USB untuk mandriva. Oleh karena itu, disediakan tool khusus Mandriva yang bernama Mandriva Seed, yang dapat digunakan untuk membuat Live USB yang tersedia dalam versi Linux ataupun Windows. Tapi sayang, kekurangan Mandriva Seed yaitu tidak kompatibelnya dengan Windows 7. Nah kali ini, Mandriva Desktop 2011 sudah mampu untuk Live USB hanya menggunakan Unetbotin (karena teknologi Hybrid-nya). Unetbotin pun kompatibel dengan semua versi Windows ataupun Linux. Dengan syarat, USB Flashdisk yang digunakan adalah turbo bost, artinya harus unggul dalam hal kecepatan. Biasanya turbo bost ini sudah dimiliki oleh merek flashdisk Toshiba ataupun Kingston.

Mandriva merubah paradigma desktop Linux
Ada ratusan distro yang bertebaran dan semua memiliki tampilkan desktop yang itu-itu saja. Hanya background, logo, splash screen, ataupun warnanya saja yang berubah. Nah, jika teman2 bosan dengan tampilan tersebut, kini Mandriva membuat mata kita menjadi semakin nyaman (fresh look) dengan tampilan barunya yang [mungkin] belum dimiliki distro lain [saat ini] seperti start menu yang memenuhi layar, standart program yang berubah (seperti pemutar musiknya sekarang menjadi Clementine), Pilihan tipe Desktop sesuai yang diinginkan, dan masih banyak lagi.

So, what do you think about Mandriva?
Jika teman-teman bosan dengan tampilan linux yang biasa, Mandriva mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat untuk distro yang fokus terhadap UI dan multimedianya (tapi tidak mengesampingkan kestabilan dan keamanannya).

*mohon maaf, gambar menyusul yah :)
Share:

Navigasi Blog

Buka Semua | Tutup Semua

Recent Posts

Definition List

buah artikel telah ditulis
buah komentar masuk

pengunjung online.